there's a song that's inside of my soul
It's the one that I've tried to write over and over again
I'm awake in the infinite cold
But you sing to be over and over and over again
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now...
You're my only hope
Sing to me the song of the stars
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now...
You're my only hope
I give you my destiny
I'm givin' you all of me
I want your symphony singing in all that I am
At the top of lungs
I'm givin' it back
So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray
To be only yours, I pray
To be only yours I know now...
You're my only hope
MANDY MOORE - ONLY HOPE
Seperti lirik lagu diatas, kamu itu hanya mimpi buat aku. Mimpi yang bahkan ketika aku bangun pun, mimpi ini memang tidak pernah nyata. Namanya juga mimpi, ya mana ada yang nyata. Aku terlalu berharap banyak sama kamu.
Rabu, 10 Agustus 2011
Catatan untuk Tuhan
Assalamualaikum Tuhan..
Ada hal yang tiba-tiba nyita waktu aku untuk mikirin ini semua. Kemaren malem, temen-temen SMA aku dateng, niat awalnya sih mereka cuma bentar dan mau ngomongin buka bersama. Tapi di tengah-tengah perbincangan itu, temen aku si Cibay curhat. Awalnya si dia memang banyak tanya tentang perempuan, tapi lama-kelamaan aku ngerasa pertanyaan dia itu lebih tepatnya menjebak aku. Aku berasa di interogasi dadakan sama dia tentang cinta. Hal yang paling males aku bahas untuk saat ini. Gak tau kenapa emang aku lagi gak mau mikirin hal-hal yang memang gak pernah habis untuk dibahas. Tapi semalem, aku ngerasa kalah telak sama dia. Dan ujungnya, aku kepikiran sama omongannya!!!
Dia songong deh, bilang gini "sampai kapanpun, lo gak akan bisa dapet pacar Win, mau artis sekalipun atau orang yang lo sayang". Aku tanya balik, "kenapa lo bisa ngomong seperti itu!!!". "ya iyalah, rubah mainstream lo dulu tentang laki-laki, dari awal perbincangan kita tentang masalah cinta, pertanyaan gue sebenernya cuma satu! Tapi gue terus-terusan tanya balik hanya ingin tau sejauh mana psikologi komunikasi lo! Dan lo kejebak kan sama omongan lo sendiri!". Aku kaget setengah mati. "Emang iya gue beda-beda jawabnya atau apa sih?" Dia bilang lagi, gak beda, cuma muter-muter.
Trus, aku harus seperti apa? Rubah komitmen? Rubah mainstream yang mana? memang aku merasa beberapa tahun belakangan ini, penilaian aku terhadap laki-laki selalu aja buruk. Tapi aku masih suka liat cowo ganteng bertebaran kok! Aku masih normal dan masih punya rasa suka! Berarti kan gak buruk-buruk amat juga penilaian aku terhadap mereka. Ada hal yang bikin aku lebih tercengang lagi ketika Cibay jawab pertanyaan aku masalah ketulusan dan keikhlasan. Aku ceritain semua yang aku lakuin buat Drian pada saat dia ulang tahun kemaren. Dan apa jawabannya? Dia bilang "itu bukan ketulusan, tapi prosedur. Hal yang harus dilakukan ketika seseorang berulang tahun! Karena ketulusan itu Spontan!!!". Jleb!!! Aku diam dan tidak berkata apa-apa lagi. Masa sih? Apa yang aku lakukan selama ini ke Drian, termasuk penantian-penantian aku didasarkan hanya perasaan sementara dan 'prosedur'! Kalo emang iya, kenapa aku tidak bisa buka hati buat orang lain? Kenapa aku masih kepikiran dia? Kenapa aku selalu bandingin dia sama laki-laki yang lagi deketin aku? Kenapa aku menstandarkan kriteria pasangan aku kelak harus seperti dia kalau aku tidak bisa sama dia? Kenapa aku sampai merubah penampilan adik aku mirip kayak dia, dari baju, penampilan bahkan aku berusaha menyuruh adik aku itu bisa nyanyi dan jago motret kayak dia? Apa aku ini udah gila??!
Aku tidak pernah mengerti sama diri aku sendiri. Aku tidak pernah tau apa yang sebenarnya aku cari selama ini. Apa dia cuma pelampiasan kekecewaan aku yang mendalam sama Rudi. Apa ini efek dari ditinggal pasangan menikah dengan orang lain? Aku memang merasa kecewa dan terpuruk sekali saat itu, tapi setelah engkau mempertemukan aku dengan Drian, aku bisa belajar memaafkan orang lain yang telah menyakiti aku. Apa benar Drian hanya pelarian semata aja? Tapi kenapa aku merasa sangat nyaman saat di dekat dia, rasa yang jarang atau bahkan belum pernah aku temui ketika aku bersama dengan pasangan-pasangan sebelumnya, sebelum bertemu dan mengenal Drian. Apakah yang Tika katakan benar? Kalau aku ini hanya penasaran, dan berkali-kali dia bilang sama aku, Drian tidak akan pernah bisa jadi pasangan aku kelak seperti yang selama ini aku impi-impikan? Dan dia juga bilang hal yang sama seperti yang Cibay katakan, "lo akan jadi perawan tua kalo lo gak bisa move on dari Drian!!!". Oh Tuhan! Kenapa banyak sekali pertanyaan yang gak bisa aku jawab satupun!
Apa memang aku ini masih sakit hati sama Rudi. Apa ini efek yang bahkan aku sendiri tidak menyadarinya selama ini, kalau ternyat tindakan yang aku lakukan hanyalah pelampiasan kekesalan aku terhadap laki-laki. Bagaimanapun juga aku nyaris nikah muda sama Rudi, aku terima sikap orang tua dan keluarga dia yang satupun tidak menunjukkan tanda-tanda merestui hubungan aku dulu. Aku sangat-sangat percaya sama dia, aku sama sekali tidak pernah berfikir akan mengalami semua ini. Sampai pada akhirnya, hal tersebut terjadi. Yang aku lakukan hanya menangis dan menangis setiap hari. Gak dikampus, gak dirumah, dimanapun! Aku akui aku sangat depresi saat itu. Sekarang ini, aku selalu berfikir negatif dan membayangkan yang buruk ketika ada laki-laki yang mendekati aku. Aku juga tidak tau mengapa aku cenderung lebih selektif sekali saat ini. Apa wajar aku seperti ini, sangat berhati-hati ketika dalam memilih pasangan. Karena memulihkan rasa sakit dan kecewa sendirian itu tidak mudah! Butuh waktu lama dan lebih dari setahun buat aku move!!! Bahkan aku sendiri tidak yakin apakah sebenarnya aku saat ini sudah bisa move atau belum selepas peninggalan Rudi. Aku memang selalu mengatakan, iya aku bisa lupain dia, maafin segala sikap dia sekalipun itu menyakitkan, berusah untuk suka sama orang lagi, dibuktikan dengan aku bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya ketika mengenal Drian. Apa masih bisa dibilang aku ini belum bisa move dari rasa sakit dan kekecewaan 3 tahun lalu?!
Cibay bener, walaupun aku ngomong aku bisa melakukan apapun sendirian, kemanapun sendirian, dan mengatasi masalah apapun sendirian, tetapi ketika aku tidak melakukan apa-apa dan dalam keadaan sendiri, aku merasa butuh seseorang yang bisa aku ajak berbagi. Iya aku butuh itu, aku tidak mau munafik Tuhan, ketika rasa sepi mendera, aku butuh orang yang siap mendengarkan segala aktifitas aku hari itu, memberi tau dia, apa yang aku kerjakan, siap mendengar segala keluh kesah dan suka duka aku, aku ingin ada tempat ketika aku mengalami sesuatu, dan ada orang yang pertama kali bisa aku kasih tau apa yang aku rasakan, apa yang aku lakukan, apa yang aku alamin, dan apa yang aku pikirkan. Tapi dimana orang itu? Tidak ada sampai saat ini. Aku sudah berusaha mencarinya, entah aku yang memang belum siap atau belum mampu menerima orang lain atau alasan yang tidak masuk akal lainnya!
Tuhan,, aku butuh seseorang yang bisa aku jadikan tempat sandaran ketika aku sedih, menjadi pendengar yang baik ketika aku senang, mampu meredam suasana ketika aku marah dan kecewa. Aku butuh seseorang yang bisa aku ajak berbagi segala aktifitas aku sehari-hari, orang pertama yang bisa aku hubungin ketika aku senang maupun sedih. Seseorang yang tidak membatasi segala yang ingin aku lakukan demi mewujudkan mimpi aku yang sangat banyak sekali. Seseorang yang selalu mendukung setiap langkah yang aku ambil. Seseorang yang bisa membuat aku nyaman dan menjadi diri sendiri di hadapannya maupun semua orang. Seseorang yang baik dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa memperlakukan aku seperti wanita yang memang patut untuk dilindungi. Seseorang yang sangat sayang aku dan keluarga aku. Seseorang yang bisa menerima aku apa adanya aku ketika kami pertama kali dipertemukan olehMu Tuhan. Seseorang yang tidak peduli sama sekali berapa berat badanku, dan seberapa banyak jerawat yang ada di wajahku. Seseorang yang menyayangi aku secara kedewasaan, kepedulian, dan ketulusan. Pertemukan aku dengan dia ya Tuhan.. Aku sangat-sangat membutuhkannya, untuk sama-sama menjalani lika-liku kehidupan yang penuh aral dan rintangan dalam menuju kebahagiaan.
Ada hal yang tiba-tiba nyita waktu aku untuk mikirin ini semua. Kemaren malem, temen-temen SMA aku dateng, niat awalnya sih mereka cuma bentar dan mau ngomongin buka bersama. Tapi di tengah-tengah perbincangan itu, temen aku si Cibay curhat. Awalnya si dia memang banyak tanya tentang perempuan, tapi lama-kelamaan aku ngerasa pertanyaan dia itu lebih tepatnya menjebak aku. Aku berasa di interogasi dadakan sama dia tentang cinta. Hal yang paling males aku bahas untuk saat ini. Gak tau kenapa emang aku lagi gak mau mikirin hal-hal yang memang gak pernah habis untuk dibahas. Tapi semalem, aku ngerasa kalah telak sama dia. Dan ujungnya, aku kepikiran sama omongannya!!!
Dia songong deh, bilang gini "sampai kapanpun, lo gak akan bisa dapet pacar Win, mau artis sekalipun atau orang yang lo sayang". Aku tanya balik, "kenapa lo bisa ngomong seperti itu!!!". "ya iyalah, rubah mainstream lo dulu tentang laki-laki, dari awal perbincangan kita tentang masalah cinta, pertanyaan gue sebenernya cuma satu! Tapi gue terus-terusan tanya balik hanya ingin tau sejauh mana psikologi komunikasi lo! Dan lo kejebak kan sama omongan lo sendiri!". Aku kaget setengah mati. "Emang iya gue beda-beda jawabnya atau apa sih?" Dia bilang lagi, gak beda, cuma muter-muter.
Trus, aku harus seperti apa? Rubah komitmen? Rubah mainstream yang mana? memang aku merasa beberapa tahun belakangan ini, penilaian aku terhadap laki-laki selalu aja buruk. Tapi aku masih suka liat cowo ganteng bertebaran kok! Aku masih normal dan masih punya rasa suka! Berarti kan gak buruk-buruk amat juga penilaian aku terhadap mereka. Ada hal yang bikin aku lebih tercengang lagi ketika Cibay jawab pertanyaan aku masalah ketulusan dan keikhlasan. Aku ceritain semua yang aku lakuin buat Drian pada saat dia ulang tahun kemaren. Dan apa jawabannya? Dia bilang "itu bukan ketulusan, tapi prosedur. Hal yang harus dilakukan ketika seseorang berulang tahun! Karena ketulusan itu Spontan!!!". Jleb!!! Aku diam dan tidak berkata apa-apa lagi. Masa sih? Apa yang aku lakukan selama ini ke Drian, termasuk penantian-penantian aku didasarkan hanya perasaan sementara dan 'prosedur'! Kalo emang iya, kenapa aku tidak bisa buka hati buat orang lain? Kenapa aku masih kepikiran dia? Kenapa aku selalu bandingin dia sama laki-laki yang lagi deketin aku? Kenapa aku menstandarkan kriteria pasangan aku kelak harus seperti dia kalau aku tidak bisa sama dia? Kenapa aku sampai merubah penampilan adik aku mirip kayak dia, dari baju, penampilan bahkan aku berusaha menyuruh adik aku itu bisa nyanyi dan jago motret kayak dia? Apa aku ini udah gila??!
Aku tidak pernah mengerti sama diri aku sendiri. Aku tidak pernah tau apa yang sebenarnya aku cari selama ini. Apa dia cuma pelampiasan kekecewaan aku yang mendalam sama Rudi. Apa ini efek dari ditinggal pasangan menikah dengan orang lain? Aku memang merasa kecewa dan terpuruk sekali saat itu, tapi setelah engkau mempertemukan aku dengan Drian, aku bisa belajar memaafkan orang lain yang telah menyakiti aku. Apa benar Drian hanya pelarian semata aja? Tapi kenapa aku merasa sangat nyaman saat di dekat dia, rasa yang jarang atau bahkan belum pernah aku temui ketika aku bersama dengan pasangan-pasangan sebelumnya, sebelum bertemu dan mengenal Drian. Apakah yang Tika katakan benar? Kalau aku ini hanya penasaran, dan berkali-kali dia bilang sama aku, Drian tidak akan pernah bisa jadi pasangan aku kelak seperti yang selama ini aku impi-impikan? Dan dia juga bilang hal yang sama seperti yang Cibay katakan, "lo akan jadi perawan tua kalo lo gak bisa move on dari Drian!!!". Oh Tuhan! Kenapa banyak sekali pertanyaan yang gak bisa aku jawab satupun!
Apa memang aku ini masih sakit hati sama Rudi. Apa ini efek yang bahkan aku sendiri tidak menyadarinya selama ini, kalau ternyat tindakan yang aku lakukan hanyalah pelampiasan kekesalan aku terhadap laki-laki. Bagaimanapun juga aku nyaris nikah muda sama Rudi, aku terima sikap orang tua dan keluarga dia yang satupun tidak menunjukkan tanda-tanda merestui hubungan aku dulu. Aku sangat-sangat percaya sama dia, aku sama sekali tidak pernah berfikir akan mengalami semua ini. Sampai pada akhirnya, hal tersebut terjadi. Yang aku lakukan hanya menangis dan menangis setiap hari. Gak dikampus, gak dirumah, dimanapun! Aku akui aku sangat depresi saat itu. Sekarang ini, aku selalu berfikir negatif dan membayangkan yang buruk ketika ada laki-laki yang mendekati aku. Aku juga tidak tau mengapa aku cenderung lebih selektif sekali saat ini. Apa wajar aku seperti ini, sangat berhati-hati ketika dalam memilih pasangan. Karena memulihkan rasa sakit dan kecewa sendirian itu tidak mudah! Butuh waktu lama dan lebih dari setahun buat aku move!!! Bahkan aku sendiri tidak yakin apakah sebenarnya aku saat ini sudah bisa move atau belum selepas peninggalan Rudi. Aku memang selalu mengatakan, iya aku bisa lupain dia, maafin segala sikap dia sekalipun itu menyakitkan, berusah untuk suka sama orang lagi, dibuktikan dengan aku bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya ketika mengenal Drian. Apa masih bisa dibilang aku ini belum bisa move dari rasa sakit dan kekecewaan 3 tahun lalu?!
Cibay bener, walaupun aku ngomong aku bisa melakukan apapun sendirian, kemanapun sendirian, dan mengatasi masalah apapun sendirian, tetapi ketika aku tidak melakukan apa-apa dan dalam keadaan sendiri, aku merasa butuh seseorang yang bisa aku ajak berbagi. Iya aku butuh itu, aku tidak mau munafik Tuhan, ketika rasa sepi mendera, aku butuh orang yang siap mendengarkan segala aktifitas aku hari itu, memberi tau dia, apa yang aku kerjakan, siap mendengar segala keluh kesah dan suka duka aku, aku ingin ada tempat ketika aku mengalami sesuatu, dan ada orang yang pertama kali bisa aku kasih tau apa yang aku rasakan, apa yang aku lakukan, apa yang aku alamin, dan apa yang aku pikirkan. Tapi dimana orang itu? Tidak ada sampai saat ini. Aku sudah berusaha mencarinya, entah aku yang memang belum siap atau belum mampu menerima orang lain atau alasan yang tidak masuk akal lainnya!
Tuhan,, aku butuh seseorang yang bisa aku jadikan tempat sandaran ketika aku sedih, menjadi pendengar yang baik ketika aku senang, mampu meredam suasana ketika aku marah dan kecewa. Aku butuh seseorang yang bisa aku ajak berbagi segala aktifitas aku sehari-hari, orang pertama yang bisa aku hubungin ketika aku senang maupun sedih. Seseorang yang tidak membatasi segala yang ingin aku lakukan demi mewujudkan mimpi aku yang sangat banyak sekali. Seseorang yang selalu mendukung setiap langkah yang aku ambil. Seseorang yang bisa membuat aku nyaman dan menjadi diri sendiri di hadapannya maupun semua orang. Seseorang yang baik dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa memperlakukan aku seperti wanita yang memang patut untuk dilindungi. Seseorang yang sangat sayang aku dan keluarga aku. Seseorang yang bisa menerima aku apa adanya aku ketika kami pertama kali dipertemukan olehMu Tuhan. Seseorang yang tidak peduli sama sekali berapa berat badanku, dan seberapa banyak jerawat yang ada di wajahku. Seseorang yang menyayangi aku secara kedewasaan, kepedulian, dan ketulusan. Pertemukan aku dengan dia ya Tuhan.. Aku sangat-sangat membutuhkannya, untuk sama-sama menjalani lika-liku kehidupan yang penuh aral dan rintangan dalam menuju kebahagiaan.
Senin, 08 Agustus 2011
Dream High
Sabtu, 06 Agustus 2011 kemaren gue menghabiskan waktu dengan marataon drama korea yang judulnya Dream High. Yang kalo diartiin artinya Mimpi Tinggi, atau Tinggi Mimpi. Agak rancu yah kalo diartiin ke Indonesia. Eh tapi kok jadi bahas arti dari judul filmnya sih, yang mau gue ceritain disini adalah resensi dari film yang sukses buat gue jadi kayak adek sepupu gue dirumah, kena syndrom akut korea. Bayangin aja, gara-gara nonton pelem ini, ampe kebawa mimpi loh, udah gitu gue jadi masang foto pemeran utamanya di hape, dan pastinya juga donlod lagu-lagunya, hahahha, apaan deh gue ya. Udah 21 tahun, kelakuan gak jauh beda sama anak SMP yang demam drama korea, atau Kpop!
Peduli setan deh. Gue emang sekarang lagi tergila-gila banget sama Dream High. Meskipun pelemnya udah gue tamatin dalam waktu dua hari. Jadi awalnya gini, entah beberapa hari yang lalu, pas Dream High masih diputer di Indosiar, temen-temen kuliah gue pada hebring di twitter ngomongin itu pelem. Termasuk adek sepupu dan tante gue dirumah. Mereka sampe beli dvd nya loh!!! Niat banget kan?! Tapi ujug ujug gue malah minjem itu dvd dan nonton dalam waktu dua hari! TAMAT!!!
Pertamanya gue ga tertarik dan gak berusaha cari tau kenapa temen-temen gue hectic banget sama pelem yang satu itu. Sampe itu pelem tamat di Indosiar pun gue masih bergeming. Lama-lama, saat gue gak ada kerjaan di kantor, timbullah niat iseng gue untuk buka youtube dan cari pelemnya. Berawal dari niat iseng, berakhir dengan syndrom yang sampe sekarang masih menggila di benak gue. Edan!!! Gue tergila-gila banget sama para pemaennya. Selain suara mereka yang bagus dan jalan cerita yang bagus juga, pelemnya itu berkesan banget buat gue. Banyak yang bisa dijadiin pelajaran. Inilah yang membedakan pelem Korea dengan pelem Indonesia. Gue gak bermaksud menjelekkan pelem Indonesia ya, cuma ini menjadi tantangan buat gue yang bercita-cita jadi penulis. Gue akan buat cerita, semoga bisa dijadiin pelem, dengan cerita yang bisa menginspirasi orang banyak. Amin :)
Nih Posternya Dream High
ini Video nya
Liat kan, pemaen intinya cakep cakep semua. Hahaha. Disini gue akan menceritakan sesuai dengan penangkapan panca indera gue dalam menikmati sebuah film. Gue gak akan liat dari sinopsis manapun, tetapi jika ditelaah apa yang gue ceritain disini ya sama kayak sinopsis yang ada di internet.
Dream High menceritakan tentang kehidupan enam orang yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Dimana mereka dipertemukan di sebuah sekolah seni bernama Kirin Art School. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, tetapi pada akhirnya mereka semua bisa bersatu, menyatukan perbedaan, permasalahan yang terjadi diantara mereka, persaingan menjadi yang paling unggul, dan cinta.
inilah para pemain Dream High
Go Hye Mi (diperankan oleh Suzi Miss-A) hidup sebagai anak perempuan yang beruntung. Keluarganya berkecukupan, Ayahnya ingin menyekolahkan dia di sebuah sekolah musik klasik ternama, Julliard. Hye Mi mempunyai sahabat yang selalu ada disisinya, dimanapun dia berada, tetapi Hye Mi yang bersifat kasar dan tidak peka kepada lingkungan sekitarnya, selalu menganggap sahabat nya tersebut dengan julukan 'kelas tiga'. Yang artinya tidka punya apa-apa yang dapat dibanggakan seperti dirinya. Kemudian kehidupannya berubah. Ayah Hye Mi mengalami kebangkrutan. Seketika kehidupan mewah Hye Mi dan adik perempuannya berubah drastis. Mereka diusir dari rumah dan ayahnya pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua terlantar dengan hutang yang menuntut untuk dibayarkan segera.
Presiden Ma, salah satu pengusaha yang dihutangkan oleh Ayah Hye Mi pun menagih hutang tersebut pada Hye Mi. Hye yang merasa tidak mempunyai uang sepeserpun bingung, bagaimana dia mampu melunasi hutang-hutang ayahnya dengan Presiden Ma sementara untuk tinggal saja dia tidak punya tempat. Lalu Presiden Ma mengambil sebuah langkah kesepakatan dengan Hye Mi. Jika Hye Mi bisa lolos tes audisi masuk Kirin Art School, dan menjadi bintang atau penyanyi terkenal, maka hutang-hutang ayahnya bisa terlunasi. Disinilah terjadi perang batin di dalam diri Hye Mi. Hye Mi sangat membenci musik Pop, dan sekarang dia harus lolos audisi demi melunasi hutang-hutang ayahnya.
Singkat cerita, Hye Mi dan sahabatnya Yoon Baek He mengikuti audisi masuk sekolah Kirin Art. Ketika direktur dari Kirin Art School mengumumkan hanya ada satu diantara mereka yang akan masuk, membuat sifat dan sikap Hye Mi kepada Baek He berubah drastis. Seolah ia tidak pernah mengenal sahabatnya tersebut. Hye Mi yakin dia akan lolos, namun kenyataan berkata lain, Baek He lah yang lolos ke dalam audisi tersebut. Hye Mi marah dan mengatakan hal menyakitkan kepada Baek He, memaksa direktur Lee (diperankan oleh Bae Yong Joon) untuk merubah hasil dari audisi tersebut. Namun Presiden Lee tetap pada pendiriannya, menolak Hye Mi dengan alasan Hye Mi tidak mengerti tentang musik Pop.
Karena alasan inilah hubungan Hye Mi dan Baek He meregang. Mereka bersaing satu sama lain dan saling membenci. Sementara ditempat lain, Song Sam Dong mempersiapkan pakaian dari karung beras bekas untuk tampil pada audisi musik yang ada di daerahnya. Sam Dong yang bercita-cita ingin menjadi petani dirumahnya tidak menyadari bakat terpendamnya selama ini.
Jin Gook membuat kekacauan di dalam audisi Kirin Art School, karena dia ingin mengulur waktu temannya yang ikut audisi. Presiden Lee yang mengetahui niat terselubung Gook malah mengajukan Gook untuk dance dibanding membuat kekacauan selama mengulur waktu, Gook marah mendengar hal tersebut, kemudian ditarik keluar oleh petugas keamanan Kirin Art School.
Setelah proses audisi selesai, Direktur Lee merekrut 3 mahasiswa khusus untuk masuk Kirin Art School. Keputusan ini ditentang banyak pihak di dalam internal kepengurusan Kirin Art School. Tetapi Direktur Lee bersikeras merekrut mereka dan menyuruh Guru Kang untuk mencari mereka bertiga. Mahasiswa khusus tersebut adalah, Song Sam Dong, Go Hye Mi dan Ji Gook. Setelah melewati proses panjang, akhirnya mereka bertiga masuk kedalam Kirin Art School sebagai siswa jalur khusus tetapi mendapat perkucilan dari seluruh siswa dan staff Kirin Art School.
Gue gak mungkin nyeritain semua isi dari film ini. Cuma yang menjadi menarik dalam film ini adalah pesan-pesannya. Menurut gue setelah nonton film ini, Setinggi apapun mimpi yang kita punya, yakin dan percaya kita mampu meraihnya. Karena mimpi, adalah modal awal kita hidup di dunia ini. Tanpa mimpi, hidup ini akan sia-sia. Walau terlihat mustahil sekalipun, tetapi dengan keyakinan, hal tersebut menjadi mungkin. Satu lagi, percaya dan yakin, Tuhan akan selalu bersama dengan umatNya yang mau berusaha dan bekerja keras. Itulah kata-kata yang berhasil gue buat ketika selesai nonton film ini.
Jika ditanya mimpi gue apa? Jawabannya adalah banyak. Pertama, gue pengen jadi penulis novel best seller, ya minimal untuk saat ini gue bisa nerbitin satu buku juga udah cukup, setidaknya ada pergerakan dari usaha gue selama ini. Kedua, gue pengen jadi wartawan yang memahami betul dengan bidang yang dipegangnya. Ketiga, gue pengen jadi fotografer profesional, karena selain nulis motret juga jadi hobi gue sejak kecil. Yang terakhir, gue pengen liat keluarga gue terutama kedua orang tua gue, tersenyum bangga dengan kerja keras gue mewujudkan mimpi-mimpi gue selama ini. Gue cuma pengen liat mereka bahagia dengan apa yang udah gue kerjain selama gue hidup dan dibesarkan oleh mereka. Gue pengen bawa mereka keliling ka'bah, gue pengen sepenuhnya kerja keras demi mereka.
Dan Dream High mengajarkan gue hal tersebut. Awalnya gue udah mulai ragu dengan mimpi yang gue punya. Karena sampai saat ini, gue belum berhasil mewujudkan satupun diantaranya. Tetapi sekarang gue yakin dan percaya, dengan kerja keras, semua pasti akan terwujud. Semakin jauhnya gue dari mimpi itu, sesungguhnya gue semakin didekatkan dengan kesuksesan yang selama ini gue impikan. Karena gue percaya dan yakin, Tuhan sayang sama gue, Tuhan gak mungkin membiarkan gue hidup tanpa mewujudkan mimpi!!! Tuhan selalu ada dimanapun gue berada, dan selalu membantu gue.
Dream High juga ngajarin gue bagaimana tulus mencintai seseorang tanpa balas. Sam Dong, Hye Mi dan Ji Gook terlibat cinta segitiga. Dimana Sam Dong menyukai Hye Mi dari awal mereka bertemu saat acara musik tepatnya. Saat Hye Mi mencari Sam Dong ke desanya untuk direkrut ke Kirin Art School. Saat mereka bertabrakan, disaat itu pulalah Sam Dong mulai menyukai Hye Mi. Kemudian mereka terus bersama sampai akhirnya dapat melakukan debut bersama Dream High. Jelas terlihat, Sam Dong Dan Ji Gook sama-sama mencari perhatian Hye Mi dengan cara yang berbeda. Sam Dong lebih mengarah perhatian ke Hye Mi dengan cara-cara yang tidak pernah difikirkan, sementara Ji Gook lebih mengajarkan Hye Mi untuk berubah. Tetapi keduanya sama-sama saling melindungi Hye Mi. Sam Dong rela mempertaruhkan nyawa demi menolong Hye Mi, dan kemudian kehilangan pendengaran, tetapi tetap bersikeras menunjukkan yang terbaik untuk Hye Mi. Pada akhirnya Hye Mi memilih Sam Dong dibanding Ji Gook.
Selain mereka, ada pula kisah cinta Jason dan Pil Sook. Pil Sook yang bertubuh besar, mencintai Jason yang ahli dance, popular dan banyak wanita yang mendekatinya. Pil Sook tetap setia mencintai Jason secara diam-diam, selalu memberikan lolipop di loker Jason, dan selalu memperhatikan Jason saat latihan. Lama kelamaan, Pil Sook menyatakan cintanya kepada Jason, namun Jason tidak menjawabnya, yang kemudian diartikan penolakan terhadap Pil Sook. Pil Sook yang kecewa, berjanji kepada Jason, bahwa selama Jason debut 200 hari bersama grupnya, Pil Sook akan diet mati-matian untuk mengecilkan tubuh dan berharap setelah itu Jason mau menerimanya. Jason menyetujuinya. Datanglah hari itu, setelah 200 hari, Jason kembali dan langsung mencari Pil Sook.
Jason kecewa begitu tidak menemukan Pil Sook di kelas anak anak khusus, ketika itu pula mereka bertemu dan ternyata Pil Sook bisa menepati janjinya. Tampil sebagai Pil Sook yang baru dengan tubuh yang ramping. Jason terpana melihat penampilan Pil Sook, kemudian mereka semakin dekat. Belakangan barulah diketahui Pil Sook, kalau ternyata Jason juga telah mencintainya sejak lama, bahkan sejak dia masih bertubuh besar. Hal tersebut dibuktikan dengan Jason yang diam-diam menyimpan foto Pil Sook saat amsih berbobot 82 kg. Pil Sokk terkesima, ia tidak menyangka bahwa selama ini Jason juga mencintainya. Mereka pun bersama sampai menikah.
Dari film tersebut gue bisa menyimpulkan cara para laki-laki mencintai seorang wanita dengan tulus. Terlihat dari cara mencintai Jason dan Pil Sook, cara mencintai Sam Dong, Hye Mi dan Ji Gook. Ketulusan Ji Gook melepas Hye Mi bersama dengan Sam Dong. Disinilah gue kembali teringat akan kisah cinta gue yang tragis. Hahahahahhaaa. Ga tragis si sebenernya, cuma emang gue aja yang udah tau dia ga suka sama gue, bahkan peduli pun engga. Tapi sampe sekarang gue tetep aja nunggu dia sampe bis acinta sama gue. Gue pun bingung sama diri gue sendiri, kenapa gak bisa juga move on! Sebenernya move on si udah, cuma belom bisa aja buka hati buat orang lain,, hahhahahahahaaa.
Itulah kenapa gue suka banget sama film ini, dan akan terus muter sampe gue bosen :D
Peduli setan deh. Gue emang sekarang lagi tergila-gila banget sama Dream High. Meskipun pelemnya udah gue tamatin dalam waktu dua hari. Jadi awalnya gini, entah beberapa hari yang lalu, pas Dream High masih diputer di Indosiar, temen-temen kuliah gue pada hebring di twitter ngomongin itu pelem. Termasuk adek sepupu dan tante gue dirumah. Mereka sampe beli dvd nya loh!!! Niat banget kan?! Tapi ujug ujug gue malah minjem itu dvd dan nonton dalam waktu dua hari! TAMAT!!!
Pertamanya gue ga tertarik dan gak berusaha cari tau kenapa temen-temen gue hectic banget sama pelem yang satu itu. Sampe itu pelem tamat di Indosiar pun gue masih bergeming. Lama-lama, saat gue gak ada kerjaan di kantor, timbullah niat iseng gue untuk buka youtube dan cari pelemnya. Berawal dari niat iseng, berakhir dengan syndrom yang sampe sekarang masih menggila di benak gue. Edan!!! Gue tergila-gila banget sama para pemaennya. Selain suara mereka yang bagus dan jalan cerita yang bagus juga, pelemnya itu berkesan banget buat gue. Banyak yang bisa dijadiin pelajaran. Inilah yang membedakan pelem Korea dengan pelem Indonesia. Gue gak bermaksud menjelekkan pelem Indonesia ya, cuma ini menjadi tantangan buat gue yang bercita-cita jadi penulis. Gue akan buat cerita, semoga bisa dijadiin pelem, dengan cerita yang bisa menginspirasi orang banyak. Amin :)
Nih Posternya Dream High
ini Video nya
Liat kan, pemaen intinya cakep cakep semua. Hahaha. Disini gue akan menceritakan sesuai dengan penangkapan panca indera gue dalam menikmati sebuah film. Gue gak akan liat dari sinopsis manapun, tetapi jika ditelaah apa yang gue ceritain disini ya sama kayak sinopsis yang ada di internet.
Dream High menceritakan tentang kehidupan enam orang yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Dimana mereka dipertemukan di sebuah sekolah seni bernama Kirin Art School. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, tetapi pada akhirnya mereka semua bisa bersatu, menyatukan perbedaan, permasalahan yang terjadi diantara mereka, persaingan menjadi yang paling unggul, dan cinta.
inilah para pemain Dream High
Pemeran Utama (Song Sam Dong)
Diperankan oleh Kim Soo Hyun
Go Hye Mi
Diperankan oleh Suzi Miss-A
Jin Gook
Diperankan oleh Taecyeon 2PM
Yoon Baek He
Diperankan oleh Eun Jung T-Ara
Pil Sook
Diperankan oleh IU
Jason
Diperankan oleh Wooyoung 2PM
Presiden Ma, salah satu pengusaha yang dihutangkan oleh Ayah Hye Mi pun menagih hutang tersebut pada Hye Mi. Hye yang merasa tidak mempunyai uang sepeserpun bingung, bagaimana dia mampu melunasi hutang-hutang ayahnya dengan Presiden Ma sementara untuk tinggal saja dia tidak punya tempat. Lalu Presiden Ma mengambil sebuah langkah kesepakatan dengan Hye Mi. Jika Hye Mi bisa lolos tes audisi masuk Kirin Art School, dan menjadi bintang atau penyanyi terkenal, maka hutang-hutang ayahnya bisa terlunasi. Disinilah terjadi perang batin di dalam diri Hye Mi. Hye Mi sangat membenci musik Pop, dan sekarang dia harus lolos audisi demi melunasi hutang-hutang ayahnya.
Singkat cerita, Hye Mi dan sahabatnya Yoon Baek He mengikuti audisi masuk sekolah Kirin Art. Ketika direktur dari Kirin Art School mengumumkan hanya ada satu diantara mereka yang akan masuk, membuat sifat dan sikap Hye Mi kepada Baek He berubah drastis. Seolah ia tidak pernah mengenal sahabatnya tersebut. Hye Mi yakin dia akan lolos, namun kenyataan berkata lain, Baek He lah yang lolos ke dalam audisi tersebut. Hye Mi marah dan mengatakan hal menyakitkan kepada Baek He, memaksa direktur Lee (diperankan oleh Bae Yong Joon) untuk merubah hasil dari audisi tersebut. Namun Presiden Lee tetap pada pendiriannya, menolak Hye Mi dengan alasan Hye Mi tidak mengerti tentang musik Pop.
Karena alasan inilah hubungan Hye Mi dan Baek He meregang. Mereka bersaing satu sama lain dan saling membenci. Sementara ditempat lain, Song Sam Dong mempersiapkan pakaian dari karung beras bekas untuk tampil pada audisi musik yang ada di daerahnya. Sam Dong yang bercita-cita ingin menjadi petani dirumahnya tidak menyadari bakat terpendamnya selama ini.
Jin Gook membuat kekacauan di dalam audisi Kirin Art School, karena dia ingin mengulur waktu temannya yang ikut audisi. Presiden Lee yang mengetahui niat terselubung Gook malah mengajukan Gook untuk dance dibanding membuat kekacauan selama mengulur waktu, Gook marah mendengar hal tersebut, kemudian ditarik keluar oleh petugas keamanan Kirin Art School.
Setelah proses audisi selesai, Direktur Lee merekrut 3 mahasiswa khusus untuk masuk Kirin Art School. Keputusan ini ditentang banyak pihak di dalam internal kepengurusan Kirin Art School. Tetapi Direktur Lee bersikeras merekrut mereka dan menyuruh Guru Kang untuk mencari mereka bertiga. Mahasiswa khusus tersebut adalah, Song Sam Dong, Go Hye Mi dan Ji Gook. Setelah melewati proses panjang, akhirnya mereka bertiga masuk kedalam Kirin Art School sebagai siswa jalur khusus tetapi mendapat perkucilan dari seluruh siswa dan staff Kirin Art School.
Gue gak mungkin nyeritain semua isi dari film ini. Cuma yang menjadi menarik dalam film ini adalah pesan-pesannya. Menurut gue setelah nonton film ini, Setinggi apapun mimpi yang kita punya, yakin dan percaya kita mampu meraihnya. Karena mimpi, adalah modal awal kita hidup di dunia ini. Tanpa mimpi, hidup ini akan sia-sia. Walau terlihat mustahil sekalipun, tetapi dengan keyakinan, hal tersebut menjadi mungkin. Satu lagi, percaya dan yakin, Tuhan akan selalu bersama dengan umatNya yang mau berusaha dan bekerja keras. Itulah kata-kata yang berhasil gue buat ketika selesai nonton film ini.
Jika ditanya mimpi gue apa? Jawabannya adalah banyak. Pertama, gue pengen jadi penulis novel best seller, ya minimal untuk saat ini gue bisa nerbitin satu buku juga udah cukup, setidaknya ada pergerakan dari usaha gue selama ini. Kedua, gue pengen jadi wartawan yang memahami betul dengan bidang yang dipegangnya. Ketiga, gue pengen jadi fotografer profesional, karena selain nulis motret juga jadi hobi gue sejak kecil. Yang terakhir, gue pengen liat keluarga gue terutama kedua orang tua gue, tersenyum bangga dengan kerja keras gue mewujudkan mimpi-mimpi gue selama ini. Gue cuma pengen liat mereka bahagia dengan apa yang udah gue kerjain selama gue hidup dan dibesarkan oleh mereka. Gue pengen bawa mereka keliling ka'bah, gue pengen sepenuhnya kerja keras demi mereka.
Dan Dream High mengajarkan gue hal tersebut. Awalnya gue udah mulai ragu dengan mimpi yang gue punya. Karena sampai saat ini, gue belum berhasil mewujudkan satupun diantaranya. Tetapi sekarang gue yakin dan percaya, dengan kerja keras, semua pasti akan terwujud. Semakin jauhnya gue dari mimpi itu, sesungguhnya gue semakin didekatkan dengan kesuksesan yang selama ini gue impikan. Karena gue percaya dan yakin, Tuhan sayang sama gue, Tuhan gak mungkin membiarkan gue hidup tanpa mewujudkan mimpi!!! Tuhan selalu ada dimanapun gue berada, dan selalu membantu gue.
Dream High juga ngajarin gue bagaimana tulus mencintai seseorang tanpa balas. Sam Dong, Hye Mi dan Ji Gook terlibat cinta segitiga. Dimana Sam Dong menyukai Hye Mi dari awal mereka bertemu saat acara musik tepatnya. Saat Hye Mi mencari Sam Dong ke desanya untuk direkrut ke Kirin Art School. Saat mereka bertabrakan, disaat itu pulalah Sam Dong mulai menyukai Hye Mi. Kemudian mereka terus bersama sampai akhirnya dapat melakukan debut bersama Dream High. Jelas terlihat, Sam Dong Dan Ji Gook sama-sama mencari perhatian Hye Mi dengan cara yang berbeda. Sam Dong lebih mengarah perhatian ke Hye Mi dengan cara-cara yang tidak pernah difikirkan, sementara Ji Gook lebih mengajarkan Hye Mi untuk berubah. Tetapi keduanya sama-sama saling melindungi Hye Mi. Sam Dong rela mempertaruhkan nyawa demi menolong Hye Mi, dan kemudian kehilangan pendengaran, tetapi tetap bersikeras menunjukkan yang terbaik untuk Hye Mi. Pada akhirnya Hye Mi memilih Sam Dong dibanding Ji Gook.
Selain mereka, ada pula kisah cinta Jason dan Pil Sook. Pil Sook yang bertubuh besar, mencintai Jason yang ahli dance, popular dan banyak wanita yang mendekatinya. Pil Sook tetap setia mencintai Jason secara diam-diam, selalu memberikan lolipop di loker Jason, dan selalu memperhatikan Jason saat latihan. Lama kelamaan, Pil Sook menyatakan cintanya kepada Jason, namun Jason tidak menjawabnya, yang kemudian diartikan penolakan terhadap Pil Sook. Pil Sook yang kecewa, berjanji kepada Jason, bahwa selama Jason debut 200 hari bersama grupnya, Pil Sook akan diet mati-matian untuk mengecilkan tubuh dan berharap setelah itu Jason mau menerimanya. Jason menyetujuinya. Datanglah hari itu, setelah 200 hari, Jason kembali dan langsung mencari Pil Sook.
Jason kecewa begitu tidak menemukan Pil Sook di kelas anak anak khusus, ketika itu pula mereka bertemu dan ternyata Pil Sook bisa menepati janjinya. Tampil sebagai Pil Sook yang baru dengan tubuh yang ramping. Jason terpana melihat penampilan Pil Sook, kemudian mereka semakin dekat. Belakangan barulah diketahui Pil Sook, kalau ternyata Jason juga telah mencintainya sejak lama, bahkan sejak dia masih bertubuh besar. Hal tersebut dibuktikan dengan Jason yang diam-diam menyimpan foto Pil Sook saat amsih berbobot 82 kg. Pil Sokk terkesima, ia tidak menyangka bahwa selama ini Jason juga mencintainya. Mereka pun bersama sampai menikah.
Dari film tersebut gue bisa menyimpulkan cara para laki-laki mencintai seorang wanita dengan tulus. Terlihat dari cara mencintai Jason dan Pil Sook, cara mencintai Sam Dong, Hye Mi dan Ji Gook. Ketulusan Ji Gook melepas Hye Mi bersama dengan Sam Dong. Disinilah gue kembali teringat akan kisah cinta gue yang tragis. Hahahahahhaaa. Ga tragis si sebenernya, cuma emang gue aja yang udah tau dia ga suka sama gue, bahkan peduli pun engga. Tapi sampe sekarang gue tetep aja nunggu dia sampe bis acinta sama gue. Gue pun bingung sama diri gue sendiri, kenapa gak bisa juga move on! Sebenernya move on si udah, cuma belom bisa aja buka hati buat orang lain,, hahhahahahahaaa.
Itulah kenapa gue suka banget sama film ini, dan akan terus muter sampe gue bosen :D
Senin, 25 Juli 2011
Ini Aku Loh!!!
Assalamualaikum..
Selamat Pagiiiiiii...
Kenalin, nama gue Winda Destiana Putri. Tapi gue lebih seneng make nama awal dan tengah gue dalam acara apapun. Ya biar ga kepanjangan aja. Hehehehee. Dirumah gue biasa dipanggil nDa, sewaktu TK-SD gue dipanggil Winda, nDa itu hanya untuk orang-orang yang udah kenal gue lama. Tapi sekarang semua orang lebih enak manggil nDa. Waktu SMP, temen-temen gue, biasanya cowok, punya panggilan tersendiri buat gue, ada yang manggil jenong, ada yang manggil wince, wiwin, bahkan ada yang manggil gue dengan nama nyokap! Rese banget emang, tapi gue ga pernah marah ke mereka, karena gue juga manggil mereka sekenanya aja. Misal namanya Samsudin, gue panggilnya udin, padahal si yang empunya nama pengennya dipanggil Sam, mikiran ya buat gue, namanya juga ada udin udinnya kok! Trus ada temen gue namanya Angga, tapi gue manggilnya Dono, karena apa? Dono itu nama belakangnya dia yang ternyata nama bokapnya, hahaha! Dia juga santai-santai aja gue panggil gitu.
Lanjut ketika gue SMA, nama asli gue masih tetep Winda Destiana tapi disini keanehan dan kekurang ajaran lebih dahsyat terjadi. Ada yang manggil Wince, gue masih ok ok aja, trus ada juga yang manggil Winda, tapi ada satu temen gue namanya Dhika manggil gue portal! What? Kata dia poni gue lebih mirip portal komplek dibanding poni yang nutupin jidat jenong gue. Alhasil gue manggil dia 'tua' karena buat gue muka dia tua banget, hahahhaha. Dia juga ga protes gue panggil itu, yah walaupun dengan agak terpaksa gue juga mengiyakan saat dia manggil gue dengan kata 'portal' itu.
Pas kuliah. Makin banyak dan beda-beda aja orang-orang manggil gue. Karena emang kebetulan di kelas nama Winda itu ada dua, nah untuk membedakan temen-temen gue manggil gue atau si Winda yang satu lagi, mereka nyebut gue dengan 'Winda Kurus' dan Winda yang satunya dengan "Winda Gendut". Hahahaha, dan itu disingkat jadi gue 'winkur' temen gue yang satunya 'windut'. Dan nama itu sampe sekarang masih dipake sama temen-temen kuliah gue sekalipun kita udah misah setaun lalu pas wisuda. Lucu sih, kalo diinget-inget, gue dipanggil 'kuur,, kuur' kayak burung tekukur kedengerannya, tapi gue sih seru seruan aja dengernya. Bagus lah, jadi gue punya legenda semasa di kampus dulu, hhahaha.
Itu sedikit tentang nama panggilan gue. Gue itu anak pertama dari tiga bersaudara. Adek gue yang pertama namanya Januar Bayu Saputra, sekarang duduk di Sekolah Menengah Atas kelas XII. Sama kayak gue, dia juga masuk kelas Ilmu Sosial. Bedanya, dia lebih menguasai bahasa asing terutama Jepang, daripada gue yang ahli di Bahasa Indonesia aja, haha. Tadinya gue pengen dia kuliah di Seni, seni musik kek, seni film kek, atau seni fotografi kek, pokoknya seni. Tapi dia ga punya bakat sama sekali di bidang itu. Padahal gue suka banget sama yang namanya seni. Dulu nyaris masuk IKJ, cuma nyokap gue gak setuju, dia takut gue jadi nambah urakannya, hahhaha. Karena yang nyokap sering bilang ke gue, gue ini walaupun anak perempuan satu-satunya, cuma kelakuan gue ga sama bedanya kayak cowok-cowok. Gue suka musik rock semacam Greenday dan SID, yang pas gue setel lagunya, pasti nyokap uring-uringan ngeluh pusing lah dan segala macemnya gara-gara denger musik kayak gitu. Otomatis gue kecilin volumenya, tapi lama-lama gue matiin, abis mana enak musik kayak gitu di denger pelan-pelan?! Karena keseringan denger musik-musik om gue, makanya gue tumbuh jadi gadis manis tanpa kelakuan manis sedikitpun!!! Ironis!
Dan karna ulah Bokap yang dulunya ngelarang gue naek sepedah, gue bisa naek sepedah pas lulus kuliah kemaren. Itupun dipaksa belajar sama Tika (temen kuliah gue di IPB). Parah kan? Ga ngerti alesannya bokap apa, yang jelas dulu saat anak seumuran gue seneng-senengnya sepedahan, gue cuma bisa diem, maen apa juga ga bisa, maen bekel gak bisa, congklak atau karet juga gak bisa, alhasil gue maeng bentengan atau kasti sama temen-temen cowok gue! Dan ketika anak-anak seumuran gue sekarang udah bisa naek motor, gue malah baru bisa naek sepedah -.- sekarang juga agak takut lagi kalo disuruh naek, udah lama ga main, jadi lupa.
Gimana jiwa feminim gue mau nongol kalo dari kecil nyokap yang tergila-gila baget sama Lady Diana, model potongan Ladi Diana selalu diterapin ke gue. Alhasil rambut gue sampe SD kelas enem ga pernah panjang. Bondol terussss! Kelakuan juga ga ada lembut-lembutnya. Pelan-pelan, mulai SMP gue manjangin rambut, SMA pun sama,, eeh sempet bondol lagi deng, waktu itu model rambut gue emo emo polem gitu deh. Setaun bondol, besokannya panjangin rambut lagi sampe kuliah. Rambut gue selalu berponi sampe sekarang meskipun sekarang udah ketutup kerudung. Jiwa keperempuanan gue baru muncul pun pas kapan yah?? Gue sendiri lupa.
Kalo gak salah awal kuliah gue udah mulai mengenal make up. Gue udah mulai mengenal dress, itu juga pas semester empat, hahaha. Gue juga bingung gue ini lebih dominan kemana deh. Gue suka banget nulis, pas jaman SMP gue nulis puisi, bahkan pernah buat serial bergambar semacam komik, tapi buatan gue jelek banget gambarnya, hal itu ga menurunkan minat temen-temen gue buat baca cerita yang gue bilang komik tadi itu. Bahkan sekarang pun cerita bergambar gue itu udah gatau kemana, mungkin kebawa sama salah satu dari temen-temen SMP gue itu. Gue suka Kahlil Gibran dan mulai mengoleksi karya-karya nya sejak SMP. Puisi cinta, cerita cinta, sering gue buat di masa-masa itu. SMA juga masih buat satu novel dan sempet dikirimin ke salah satu penerbit, cuma gak lolos. Kata mereka cerita gue masih biasa-biasa aja. Penyuka musik rock pun bukan berarti ga bisa melankolis kan? Ya itulah gue.
Kecintaan gue dengan seni terutama seni fotografi semakin berasa ketika gue kuliah. Mata kuliah Fotografi dua semester pun sukses gue capai dengan nilai A. Saat itu pula gue bertekad untuk jadi fotografer profesional kelak. Karena buat gue, Fotografi itu seksi, seksi dimana kita bisa menagkap momen momen apapun dengan lensa yang ada di tangan kita. Bahkan peristiwa sekali seumur hidup pun bisa kita dapetin dengan motret. Akan tetapi, hobi gue di bidang tulis menulis pun akan terus berjalan sebagaimana mestinya. Kecintaan akan dunia fotografi semakin menggebu ketika gue mengenal dia. Dia yang buat dunia ini semakin indah dengan lensa. Itu juga yang jadi alasan kenapa gue interest banget sama Fotografer, hahhaha.
Dalam aspek pendidikan, mungkin gue termasuk anak yang sering dialemin sama orang tua di rumah. Walaupun gue super duper nakal, tapi nilai mata pelajaran gak pernah merosot. Gue selalu peringkat pertama semasa duduk di Sekolah Dasar. Walaupun pas SMP menurun, tetapi gue selalu bisa ngikutin pelajaran loh. Sekolah-sekolah gue semuanya favorit. Kalau istilah jaman sekarang ya standar nasional lah. Cukup bagus kan? Kuliah pun ga ngecewain ngecewain banget, IPB, salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia. Ya walaupun awalnya gue ga minat banget kuliah disana. Gue gagal masuk Sastra UI, dan daripada gue ga kuliah dimana mana, gue terima lah itu tawaran orang tua buat kuliah di IPB meskipun Diploma. Asal tau ya, dari gue nginjek kaki di dunia pendidikan, sejak saat itu pula gue selalu masuk ke dalam kategori anak-anak bermasalah. Ga jarang surat peringatan yang nyokap gue terima karena ulah gue, tapi untung ga sempet di DO. hahahaha. Itulah Hidup, Harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Hal-hal seperti itu gak akan bisa keulang lagi, gue udah puas gimana rasanya berantem di sekolah, madol, ke gep nyontek pas ulangan, macem-macem lah. Diskotik pun udah pernah gue datengin, sekali sih, dan emang ga berniat masuk masuk lagi ke tempat begituan, apaan?? Isinya asep rokok doank sama orang-orang gak karuan. Jadi sebelum gue memutuskan untu berkerudung seperti sekarang ini, gue udah puas menikmati segala alur kehidupan, mungkin belum seberapa ya, cuma gue fikir, maut itu gak ada yang tau, kalo ngikutin arus mah pasti gue keseret ke lembah yang lebih buruk lagi, sebelum keseret jauh, gue STOP!!!
Dalam aspek percintaan. Percintaan gue itu gak pernah bagus. Dari SMP, jaman temen-temen gue udah pada pacaran, gue belom. Suka-sukaan doangan. Baru pacaran beneran ya SMA. Kelas 3 sama anak kuliahan. Cihuyy ga tuh. Namanya pemikiran anak labil SMA dulu kan kalo punya pacar mahasiswa berasa keren banget, apalagi mahasiswa nya kuliah di Trisakti. Siapa sih yang gak tau Trisakti? Gue pun sukses bikin temen-temen deket gue iri, hahahaha. Entah kenapa dulu setelah lepas dari si Trisakti ini, gue dapet Trisakti lagi, deket sama Trisakti, semua serba Trisakti sampe gue kuliah semester 2. Mungkin karena rumah gue dan jarak kampus Trisakti yang deket kali yah, jadi di sekeliling gue mahasiswa Trisakti muluan.
Percintaan gue semakin kacau balau semenjak tragedi itu. Tragedi dimana ketika saat itu gue seperti sudah menemukan the right one guy yang sempurnaaaaaaa. Sudah bermimpi akan membina hubungan sampai ke jenjang yang lebih serius daripada sekedar pacaran, segalanya sudah hampir siap, hanya karena alasan konyol yang sampai saat ini gak bisa gue terima pake akal sehat, gue resmi bubar sama si Trisakti kedua itu. Beres kuliah, pulang ke kampung, kerja dikampung, eeh nikah juga sama orang kampung! Helloooo!! Lo kan tunangannya sama gue? kenapa jadi nikahnya sama cewe di kampung?! Karena gue bukan orang kampung sih ya, jadi 'mereka' gak setuju deh sama gue. Emang gue terlalu baik buat lo dan keluarga lo!!! *maaf emosi*
Saat-saat tersulit dalam hidup gue ya disaat itu. Ditinggal nikah sama orang yang udah masangin cincin ke jari manis gue. Pacaran juga asal asalan aja, ga pake hati, kalo bosen tinggal ganti yang laen. Dan gak lama pas pengen lulus, datanglah si Fotografer kampus itu ke dalam kehidupan gue. Karena hobi dan kesukaan yang sama, bohong gue gak jatuh cinta sama dia! Karena dia gue bisa menghargai orang yang ada di kehidupan gue, karena dia gue semakin cinta sama dunia fotografi, karena dia gue pun mengerti bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa balas! dan karena dia, sampai saat ini gue masih sendiri.
Dala urusan yang satu ini, gue memang cukup idealis ya! Karena apa? Karena ini menyangkut kehidupan gue di masa depan! Gue gak mau kesalahan yang sama kembali terulang! Gue gak mau ketipu sama Fisik dan Materi serta kemapanan seseorang! Busuk ya busuk aja! Gue mencari pasangan yang nantinya akan menjadi imam di keluarga gue, sebagai nakhoda atas gue dan anak-anak gue kelak. Gue gak pengen nemuin laki-laki ga gentle macam Trisakti kedua itu lagi! Disini, gue mencari laki-laki yang bisa membuat gue nyaman, yang mengerti akan segala aktifitas gue dan keinginan gue, apa yang gue lakukan pun tidak dibatasi selama itu demi mewujudkan mimpi-mimpi yang gue bangun dari awal. Gue mengharapkan pasangan yang seperti bahkan kalau boleh meminta sama Tuhan, gue ingin si Fotografer itu. Karena dia gue bisa menjadi diri gue sendiri.
Sekarang ini, gue lebih banyak diam dibanding harus giat mencari. Biarkan pada akhirnya, gue yang akan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa bersama dan bertemu Si Fotografer dalam ketidak sengajaan lagi, atau nantinya akan datang dengan sendirinya, laki-laki seperti yang gue harapkan! Yang gue butuhkan kenyamanan! Percuma banyak uang, mapan dan ganteng, kalo gue ga nyaman sama dia, ga bisa nyambung diajak diskusi, yang ada akan memperkeruh suasana. Kecocokan itu sangat penting!!! Tetapi intinya sekarang ini gue masih menyimpan segudang cinta buat si Fotografer itu,, dia Drian, Dwi Rizkiandi................................
Rabu, 20 Juli 2011
Kau Terindah,, selalu dan selamanya,, buat gue
Lihat ku disini
Kau buat ku menangis
Tak ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Mencoba lupakan
Tapi ku bertahan
Reff:
Kau terindah kan selalu terindah
Aku bisa apa 'tuk memilikimu
Kau terindah 'kan selalu terindah
Harus bagaimana ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku
Mungkin lewat mimpi
Ku bisa 'tuk memberi
Ku ingin bahagia
Tapi tak bahagia
Ku ingin dicinta
Tapi tak dicinta
Back to Reff: 2x
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku
Pertama mendengar lirik lagu di atas itu ketika gue pulang dari kawasan Blok M. Di dalam Bus Mayasari Bhakti jurusan Blok M - Pulo Gadung, saat itu gue duduk di bangku deret 2 baris 2. Awalnya ketika para musisi jalanan tersebut menyayikan lagu yang saat itu juga tidak gue perhatikan sama sekali karena gue sedang serius dan asik membaca Novel Kedai 1001 Mimpi karya Valiant Budi. Buku ini punya temen kantor gue si Rizkita, pertamanya gue ga begitu tertarik tapi karna ngeliat dia yang heboh cekikikan sendiri ngebacanya, soooooo, gue kepincut minjem buku nya itu deh. Dan ternyata emang buku itu super duper bikin gue gak bisa berenti ketawa, dimanapun gue baca, gue ketawa sendirian persetan dengan tatapan liar orang-orang sekitar.
Oke, balik lagi ke lirik diatas tadi. Pertama denger intro musik gue masih sama sekali ga tertarik buat nyimak lagu mereka, tetapi bukan berarti gue gak menghargai usaha mereka mencari uang yah, cuma saat itu gue lagi serius banget baca buku. Begitu gue denger bait perbait kebetulan yang waktu itu ketangkep di gendang telinga gue itu yang ini kalo gak salah "kau terindah, dan slalu terindah, aku bisa apa tuk memilikimu!!!" Jlebb!! Gue langsung bengong, dengerin bait per bait lagu yang lagi dinyanyiin sama mereka itu, lama-lama gue kok mendadak menggelinjang yah. Eeehhh uuupsss bukan! Maksudnya ada pergejolakan di dalam batin, sembelit hampir cepirit, mendadak sesek napas deh! Karena apa?? Yah gue gak mau ngebahas hal ini terus berulang-ulang sebenernya. Tapi kan gue cuma manusia biasa yang gue akuin, kalau ada hal sensitif tentang perasaan, pastilah galau! Secara gue juga kan manusia, tepatnya perempuan normal! Sering jatuh cinta, pernah ditinggal menikah (curhat).
Lamunan gue makin dalem. Menembus alam sadar gue. Bayang-bayang Drian tiba-tiba menari-nari di kepala. Entah kenapa gue saat itu ngerasa kayak ada di video klip itu lagu. Setiap bait per kata gue perhatiin dengan seksama. Seolah mencerna makna di balik semuanya. Sampai lagu habis pun, lamunan gue masih belum selesai juga. Gue tersadar ketika musisi jalanan tersebut nyodorin kantong berkas permen lusuh ke arah gue. Spontan gue tanpa noleh ngasih receh yang sedari tadi ada di genggaman. Memantapkan niat untuk nyari lagu itu dan siapa penyanyi sebenernya. Ternyata ooh Ternyataaaa, lagu baru nya Armada, judulnya pemilik hati! Kurang lebih menceritakan hal yang sama seperti apa yang gue rasain sekarang dan sebelum-sebelumnya.
Nah kan??? Jadi galau lagi gue. Benteng pertahanan untuk ga galau lagi tiba-tiba runtuh! Sering kali gue juga capek nasehatin hati gue sendiri, move on! Tapi nyatanya sulit. Mungkin belum mampu aja. Yaudahlah yaa,, daripada makin galau, udahan akh nulisnya.. Dadaaaahhhh
Kau buat ku menangis
Tak ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Mencoba lupakan
Tapi ku bertahan
Reff:
Kau terindah kan selalu terindah
Aku bisa apa 'tuk memilikimu
Kau terindah 'kan selalu terindah
Harus bagaimana ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku
Mungkin lewat mimpi
Ku bisa 'tuk memberi
Ku ingin bahagia
Tapi tak bahagia
Ku ingin dicinta
Tapi tak dicinta
Back to Reff: 2x
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hatiku
Pertama mendengar lirik lagu di atas itu ketika gue pulang dari kawasan Blok M. Di dalam Bus Mayasari Bhakti jurusan Blok M - Pulo Gadung, saat itu gue duduk di bangku deret 2 baris 2. Awalnya ketika para musisi jalanan tersebut menyayikan lagu yang saat itu juga tidak gue perhatikan sama sekali karena gue sedang serius dan asik membaca Novel Kedai 1001 Mimpi karya Valiant Budi. Buku ini punya temen kantor gue si Rizkita, pertamanya gue ga begitu tertarik tapi karna ngeliat dia yang heboh cekikikan sendiri ngebacanya, soooooo, gue kepincut minjem buku nya itu deh. Dan ternyata emang buku itu super duper bikin gue gak bisa berenti ketawa, dimanapun gue baca, gue ketawa sendirian persetan dengan tatapan liar orang-orang sekitar.
Oke, balik lagi ke lirik diatas tadi. Pertama denger intro musik gue masih sama sekali ga tertarik buat nyimak lagu mereka, tetapi bukan berarti gue gak menghargai usaha mereka mencari uang yah, cuma saat itu gue lagi serius banget baca buku. Begitu gue denger bait perbait kebetulan yang waktu itu ketangkep di gendang telinga gue itu yang ini kalo gak salah "kau terindah, dan slalu terindah, aku bisa apa tuk memilikimu!!!" Jlebb!! Gue langsung bengong, dengerin bait per bait lagu yang lagi dinyanyiin sama mereka itu, lama-lama gue kok mendadak menggelinjang yah. Eeehhh uuupsss bukan! Maksudnya ada pergejolakan di dalam batin, sembelit hampir cepirit, mendadak sesek napas deh! Karena apa?? Yah gue gak mau ngebahas hal ini terus berulang-ulang sebenernya. Tapi kan gue cuma manusia biasa yang gue akuin, kalau ada hal sensitif tentang perasaan, pastilah galau! Secara gue juga kan manusia, tepatnya perempuan normal! Sering jatuh cinta, pernah ditinggal menikah (curhat).
Lamunan gue makin dalem. Menembus alam sadar gue. Bayang-bayang Drian tiba-tiba menari-nari di kepala. Entah kenapa gue saat itu ngerasa kayak ada di video klip itu lagu. Setiap bait per kata gue perhatiin dengan seksama. Seolah mencerna makna di balik semuanya. Sampai lagu habis pun, lamunan gue masih belum selesai juga. Gue tersadar ketika musisi jalanan tersebut nyodorin kantong berkas permen lusuh ke arah gue. Spontan gue tanpa noleh ngasih receh yang sedari tadi ada di genggaman. Memantapkan niat untuk nyari lagu itu dan siapa penyanyi sebenernya. Ternyata ooh Ternyataaaa, lagu baru nya Armada, judulnya pemilik hati! Kurang lebih menceritakan hal yang sama seperti apa yang gue rasain sekarang dan sebelum-sebelumnya.
Nah kan??? Jadi galau lagi gue. Benteng pertahanan untuk ga galau lagi tiba-tiba runtuh! Sering kali gue juga capek nasehatin hati gue sendiri, move on! Tapi nyatanya sulit. Mungkin belum mampu aja. Yaudahlah yaa,, daripada makin galau, udahan akh nulisnya.. Dadaaaahhhh
Langganan:
Postingan (Atom)
Menanti
Aku tidak ingin menghabiskan waktu bersama dengan orang yang tidak aku cintai sama sekali..
Dan aku telah memilih,,
Untuk menunggu orang yang aku cintai..









